Kamis, 25 September 2014

HEMODIALISA


Cuci darah atau Hemodialisis adalah suatu proses penyaringan darah yang dilakukan oleh mesin. Cuci darah atau dialysis, suatu proses yang dilakukan untuk mengganti tugas ginjal yang sehat. Seperti yang telah kita ketahui, ginjal berperan vital bagi tubuh yaitu berfungsi untuk menyaring dan membuang sisa-sisa metabolisme dan kelebihan cairan, menyeimbangkan unsur kimiawi dalam tubuh serta menjaga tekanan darah. Prosedur ini ditempuh saat kerusakan ginjal telah mencapai 85-90 persen atau “Gagal Ginjal Terminal” dimana ginjal tidak dapat lagi berfungsi seperti sediakala.
Ada dua macam cuci darah, yakni hemodialisis dan dialisis peritoneal. Prinsipnya, pada proses dialisis, darah akan dialirkan ke luar tubuh dan disaring. Kemudian darah yang telah disaring dialirkan kembali ke dalam tubuh. Pada hemodialisis, proses penyaringan dilakukan oleh suatu mesin dialisis yang disebut dengan membran dialisis. Jenis dialisis ini yang banyak dilakukan di Indonesia. Sedangkan pada dialisis peritoneal, jaringan tubuh pasien sendiri bagian abdomen (perut) yang digunakan sebagai penyaring. Biasanya dialisis dilakukan 2-3 kali seminggu selama masing-masing 4-5 jam tiap kali proses.
Cuci darah harus dilakukan secara teratur untuk menghindari efek yang tidak diinginkan akibat penumpukan sisa metabolime maupun cairan dalam tubuh. Karena hanya bersifat menggantikan fungsi ginjal, bukan menyembuhkannya, tindakan dialisis harus dilakukan selama seumur hidup, kecuali pasien melakukan transplantasi ginjal. Pasien juga perlu mengatur pola makan dan minumnya untuk keberhasilan terapi dialisis. Dengan berpikir positif dan menjalankan terapi dengan sungguh-sungguh serta mengikuti segala petunjuk dokter, bukan tidak mungkin pasien gagal ginjal tetap dapat menjalani hidup secara normal.
Gagal Ginjal dapat dibagi menjadi 2 macam, yakni Gagal Ginjal Akut (GGA) dan Gagal Ginjal Kronik (GGK). Gagal Ginjal Akut biasanya terjadi secara tiba-tiba. Fungsi ginjal mengalami penurunan secara mendadak. Namun bila ditangani dengan baik, maka pasien dapat sembuh dengan sempurna. Penyebabnya ada berbagai macam salah satunya adalah penyakit glomerulonephritis akut, perdarahan ataupun sumbatan saluran kemih karena batu, tumor atau bekuan darah.
Gagal ginjal kronik terjadi perlahan-lahan, bisa dalam hitungan bulan bahkan tahun, dan sifatnya tidak dapat disembuhkan. Memburuknya fungsi ginjal bisa dihambat apabila pasien melakukan pengobatan secara teratur. Penyebabnya juga beragam seperti Diabetes mellitus, hipertensi, batu ginjal, obat-obatan dan penyakit glomerulonephritis kronik.
Bila fungsi ginjal telah menurun hingga mencapai kurang dari 10%, maka kondisi ini disebut Gagal Ginjal Terminal (GGT). Kasus ini terjadi akibat racun-racun sisa metabolisme tubuh yang seharusnya dibuang oleh ginjal menjadi tertimbun di dalam tubuh. Bila kondisi demikian terus berlanjut, bukan tidak mungkin akan diikuti dengan kematian dalam beberapa hari atau minggu.
Apakah Gagal Ginjal Dapat disembuhkan?
Ada beberapa terapi pengganti ginjal, yakni transplantasi/cangkok ginjal, peritoneal dialisa (PD), dan hemo dialisa (HD), yang dikenal masyarakat umum sebagai cuci darah. Hemodialisa adalah suatu bentuk terapi pengganti pada pasien dengan kegagalan fungsi ginjal, baik yang bersifak akut maupun kronik. Pasien yang menderita Gagal Ginjal Terminal juga dapat dibantu dengan bantuan mesin hemodialisis yang mengambil alih fungsi ginjal. Terapi dengan cara HD atau cuci darah telah dapat dilakukan di Indonesia sejak 1970.
Walaupun fungsi ginjal untuk membersihkan darah dapat diambil alih oleh mesin hemodialisis, tingginya biaya yang harus dikeluarkan untuk satu kali proses cuci darah (setidaknya memerlukan Rp. 500.000,- per terapi) kerap dirasakan membebani penderita. Ketergantungan pada mesin hemodialisis, juga membuat aktivitas penderita menjadi terbatas. Penyair dan penggiat teater Radhar Panca Dahana yang divonis gagal ginjal pada tahun 2001 misalnya mengaku sulit untuk berkarya karena sibuk mencari biaya cuci darah yang ahrus dilakukannya 2 hari sekali.
Pengobatan terbaik dan ekonomis bagi penderita gagal ginjal hanya bisa dilakukan dengan melakukan pencangkokan ginjal. Penderita gagal ginjal yang mengalami pencangkokan ginjal bisa sembuh total dan melakukan kegiatan rutin seperti sebelum sakit. Banyak yang bisa berumah tangga dan memiliki keturunan. Mereka yang menjalani cuci darah, berisiko mengalami kekurangan darah (anemia). Pola makan dan minum juga harus diperhatikan karena ada berbagai makanan dan minuman yang secara langsung maupun tidak langsung dapat membahayakan keselamatan jiwanya.
Pasien yang mengalami cangkok ginjal memiliki harapan hidup yang lebih lama dibandingkan dengan pasien yang dicuci darahnya. Di luar negeri tercatat ada pasien yang hidup sehat hingga 37 tahun setelah mengalami pencangkokan ginjal. Di Indonesia sejauh ini ada yang tetap sehat hingga 22 tahun setelah pencangkokan ginjal. Memang ada kasus dimana pasien cangkok ginjal tidak berhasil diselamatkan, namun hal itu disebabkan karena terus mengalami infeksi pada ginjal ataupun karena penyakit lain.
Agar tidak mudah terkena infeksi, pasien cangkok ginjal harus kontrol secara teratur. Selama satu tahun pertama setelah pencangkokan, pasien biasanya diminta untuk kontrol dua minggu sekali. Kalau sudah lewat satu tahun akan diminta kontrol 3-4 minggu sekali. Setelah dua tahun kontrol dilakukan 1-2 bulan sekali. Semakin lama usia ginjal yang dicangkokkan maka kontrol ke dokter pun semakin jarang dilakukan.
Sayangnya di Indonesia kesadaran untuk mendonorkan ginjal masih sangat rendah. Di kalangan masyarakat awam masih beredar anggapan seseorang tidak bisa hidup sehat jika hanya hidup dengan satu ginjal. Akibatnya timbul keengganan untuk mendonorkan salah satu ginjal. Padahal dari sepasang ginjal yang dimiliki setiap manusia, hanya satu ginjal yang bekerja sepenuhnya. Pasangan ginjal yang satunya berfungsi 75% sebagai cadangan. Seseorang bisa hidup sehat hanya dengan satu ginjal asalkan dibarengi dengan pola hidup yang sehat. Kapan dan kenapa harus dilakukan ? Cuci darah biasanya dilakukan pada penderita yang mengalami gagal ginjal. Jadiproses Cuci darah itu dilakukan untuk menggantikan fungsi ginjal yang sudah rusak.
Fungsi ginjal yang utama adalah menyaring darah kotor atau darah yang sudah tercampur oleh sisa metabolisme tubuh. Hasil dari saringan tadi dikeluarkan melalui urine atau air seni. Sedangkan darah yang sudah bersih setelah disaring tadi dikembalikan ke tubuh. Bila ginjal tadi rusak, otomatis sisa metabolisme dan air tidak dapat dikeluarkan dari tubuh dan bila mencapai kadar tertentu sisa metabolisme itu dapat meracuni tubuh sampai mengakibatkan kerusakan jaringan yang akhirnya dapat menimbulkan kematian. Jadi kalau sudah mengalami gagal ginjal atau ginjalnya rusak diperlukanproses Cuci darah tadi.
Pada cuci darah ini fungsi ginjal digantikan oleh mesin, darah yang berasal dari pembuluh darah dimasukkan ke dalam selang kecil yang terhubung dengan mesin tadi atau disebut Dializer. Didalam Dializer ini darah akan mengalami penyaringan yang dilakukan oleh membran, sampah hasil saringan ini akan dicampur dengan larutan yang disebut dialisat, dan dibuang untuk selanjutnya diganti dengan cairan dialisat yang baru. Kemudian darah yang sudah disaring dan bersih dimasukkan ke dalam tubuh kembali. Meskipunproses ini mempunyai fungsi seperti ginjal tetapi hanya bisa menggantikan fungsi ginjal normal sebesar 10 % saja.
Untuk gagal ginjal akut, biasanya dilakukan cuci darah sambil menunggu perbaikan fungsi ginjalnya, sedangkan untuk gagal ginjal kronik, harus dilakukan terus menerus, biasanya 3 kali seminggu dan setiap kaliproses berlangsung sekitar 3-5 jam. Yang harus dipikirkan adalah biayanya yang cukup besar dan mempunyai efek samping yang cukup banyak seperti tekanan darah rendah, pembekuan darah, infeksi, sakit kepala, mual, muntah, anemia, kram otot, dan detak jantung tidak teratur. Alternatif lain bagi penderita gagal ginjal kronik adalah melakukan cangkok ginjal apabila tidak ingin melakukan cuci darah terus menerus, tetapiproses pencangkokan ginjal ini sangat rumit sekali dan yang pasti memakan biaya yang besar sekali, karena itu sayangilah ginjal anda dan jagalah selalu agar tetap sehat.
Kemajuan teknologi kedokteran yang berkembang pesat saat ini memungkinkan para penderita gagal ginjal menjalani rutinitas cuci darah (dialisa) sambil bekerja, cuci mata di mall, bahkan sambil bercinta dengan pasangan! Padahal di masa lalu, kegiatan dialisa harus dilakukan di rumah sakit sambil terbaring lemah selama 5 jam, sebanyak tiga kali seminggu. Belum lagi perasaan gatal di sekujur tubuh sebagai dampak dari terapi cuci darah tersebut.
Terapi cuci darah yang begitu praktis itu bernama Continuous Ambulatory Peritoneal Dyalisis/CAPD atau dialisis tanpa mesin dan dapat dilakukan secara mandiri oleh penderita gagal ginjal. Metode ini merupakan metode alternatif dengan menggunakan membran semipermiabel yang berfungsi sebagai ginjal buatan, sehingga mampu menyerap cairan pembersih ke dalam rongga ginjal. Dalam waktu 4 sampai 6 jam dengan frekuensi 4 kali sehari, terjadi proses difusi serta ultrafiltrasi dalam ginjal, sehingga zat racun yang ada di dalamnya terserap ke luar dan diganti cairan baru.
Karena masih tergolong teknologi baru, biaya CAPD masih tergolong mahal. Umumnya, biaya yang dikeluarkan peserta terapi CAPD saat ini masih sebesar Rp 4,2-Rp 5 juta setiap bulannya. Namun, biaya sebesar itu menjadi tak berarti, jika melihat kondisi tubuh penderita yang bugar dan tetap produktif seperti sebelum terkena gagal ginjal.
“Karena pasien tetap bisa bekerja dan melakukan segala aktivitas seperti biasa, layaknya orang sehat. Bedanya, peserta CAPD punya kantong kecil di perutnya untuk pergantian cairan dialisat itu,” kata Direktur Medik RS PGI Cikini, Tunggul Situmorang dalam acara peluncuran website sahabat ginjal.com yang disponsori PT Kalbe Farma, di Jakarta, belum lama ini.
Perlu diketahui, kasus gagal ginjal di dunia meningkat lebih dari 50%. Di Indonesia sendiri sudah mencapai sekitar 20%. Di Amerika Serikat saja, negara yang sangat maju dan tingkat gizinya tinggi, setiap tahunnya ada sekitar 20 juta orang dewasa menderita penyakit kronik ginjal.
Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak mampu menjalankan fungsinya.
proses:  menarik darah dari pasien kemudian masuk ke mesin hemodialisa trus di filter deh metabolit seperti ureum dll akan di buang dan darah bersih masuk kembali ke tubuh

yang perlu disiapkan:
uang tentunya, mungkin mahal sekarang buat sekali cuci darah
buat tarik darah perlu akses vena yang besar pada tubuh pasien, kalo awal awal mungkin bisa pasang mahokar/double lumen semacam Central Vein Catheter yang ukurannya besar. kalau yang khronis mungkin perlu dilakukan pembuatan arterio-vena shunt melalui operasi kecil di area tangan
periode: tgt kebutuhan kalau udah gagal ginjal khronis yang bisa 3-4 hari sekali/2x seminggu.
kalo gagal ginjal akut, ya tergantung dari kadar ureum creatinin dan produksi urinenya.
solusi: selain hemodialisa, ada pilihan peritoneal dialisa, tapi secara hasil mungkin gak se instan HD untuk mengatasi gejala gejala gagal ginjalnya.
kalo udah nonfungsional ginjalnya ya mungkin alternatifnya transplantasi ginjal



Rabu, 24 September 2014

PEMERIKSAAN ABDOMEN

PANGGUL WANITA

PANGGUL WANITA PART I

Setiap wanita mempunyai anatomi panggul yang unik dan berbeda satu sama lain. Panggul terdiri atas bagian keras panggul (dibentuk oleh tulang) dan bagian lunak panggul (dibentuk otot, jaringan dan ligamen).
Fungsi bagian keras panggul wanita adalah sebagai berikut:
Panggul besar untuk menyangga isi abdomen
Panggul kecil untuk membentuk jalan lahir dan tempat alat genetalia
Sedangkan fungsi bagian lunak panggul wanita adalah sebagai berikut:
Membentuk lapisan dalan jalan lahir
Menyangga alat genetalia agar tetap dalam posisi normal saat hamil maupun nifas
Saat persalinan, berperan dalam proses kelahiran dari kala uri
Ruang panggul terbagi menjadi dua yaitu:
Panggul besar (pelvis mayor)
Panggul kecil (pelvis minor)
Panggul besar (pelvis mayor)
Panggul besar adalah bagian panggul yang terletak di atas linea terminalis (false pelvis). Panggul besar berfungsi mendukung isi perut dan menggambarkan keadaan panggul kecil.
Panggul kecil (pelvis minor)
Panggul kecil adalah bagian panggul yang terletak di bawah linea terminalis (true pelvis). Panggul kecil ini merupakan wadah alat kandungan dan menentukan bentuk jalan lahir serta penting dalam persalinan.
Panggul terdiri dari bagian yang keras dibentuk oleh tulang dan bagian yang lunak dibentuk oleh otot-otot dan ligamen.
Panggul besar (pelvis mayor)
Bagian Panggul Yang Keras
Bagian keras dari panggul wanita terbentuk oleh tulang panggul. Tulang panggul merupakan sebuah corong, bagian atas yang lebar disebut panggul besar, sedangkan bagian bawah untuk menentukan bentuk jalan lahir.
Tulang panggul terdiri atas:
Tulang pangkal paha(os coccae)
Tulang kelangkang (os sacrum)
Tulang tungging (os coxcigys)
Tulang pangkal paha (os coccae)
Tulang pangkal paha ada 2 buah. Tulang pangkal paha terdiri dari 3 buah tulang yang berhubungan dengan yang lainnya pada acetabulum. Tulang tersebut adalah tulang usus (os ilium), tulang duduk (os ischium) dan tulang kemaluan (os pubis).
Tulang usus (os ilium)
Tulang usus merupakan tulang terbesar panggul yang membentuk bagian atas dan belakang panggul. Batas atas yang tebal disebut crista illiaka. Ujung depan maupun belakang dari crista illiaka menonjol disebut spina iliaka anterior superior dan spina iliaka posterior superior. Tonjolan tulang di bawah spina illiaka anterior superior disebut spina illiaka anterior inferior dan sebelah bawah spina illiaka posterior superior terdapat spina illiaka posterior inferior. Di bawah spina illiaka posterior inferior terdapat tekik atau cekungan yang disebut incisura iskhiadika major. Garis yang membatasi panggul besar dan panggul kecil disebut linea inominata atau linea terminalis.
Tulang duduk (os ischium)
Tulang duduk terletak di sebelah bawah tulang usus, pinggir belakangnya berduri disebut spina iskhiadika. Di bawah spina iskhiadika terdapat incisura ischiadika minor. Bagian pinggir bawah tulang duduk sangat tebal, yang dapat mendukung berat badan pada saat duduk, disebut tuber iskhiadikum. Tuber iskhiadikum merupakan ukuran melintang dari pintu atas panggul.
Tulang kemaluan (os pubis)
Tulang kemaluan terletak di sebelah bawah dan depan dari tulang usus yang disebut dengan tulang duduk. Tulang ini membatasi sebuah lubang yang terdapat dalam tulang panggul, lubang ini disebut foramen obtoratorium. Ramus superior ossis pubis merupakan tulang kemaluan yang berhubungan dengan tulang usus. Sedang yang berhubungan dengan tulang duduk disebut ramus inferior ossis pubis. Ramus inferior kiri dan kanan membentuk arkus pubis. Arkus pubis normal akan membentuk sudut 90-100 derajat.
Tulang kelangkang (os sacrum)
Tulang kelangkang ada 1 buah. Tulang kelangkang merupakan tulang yang berbentuk segitiga yang melebar di atas dan meruncing ke bawah. Tulang kelangkang terletak di sebelah belakang antara kedua tulang pangkal paha. Tulang kelangkang terdiri dari 5 ruas tulang senyawa. Kiri dan kanan dari garis tampak 5 buah lubang yang disebut foramen sacralia anterior. Crista sacralis merupakan deretan cuat-cuat duri yang terdapat di garis tengah tulang kelangkang. Bagian atas dari sakrum yang berhubungan dengan 5 ruas tulang pinggang dan menonjol ke depan disebut promontorium. Jarak antara promontorium dan pinggir atas simfisis merupakan ukuran muka belakang dari pintu atas panggul. Ke samping tulang kelangkang berhubungan dengan tulang pangkal paha melalui articulasio sacro illiaca. Ke bawah tulang kelangkang berhubungan dengan tulang tungging.
Tulang tungging (os coxcigis)
Tulang tungging ada 1 buah. Tulang tungging berbentuk segitiga dan terdiri dari 3-5 ruas, tulang yang bersatu. Pada saat persalinan, ujung tulang tungging dapat ditolak sedikit ke belakang, sehingga ukuran pintu bawah panggul bertambah besar.
Bagian Panggul Yang Lunak
Bagian panggul yang lunak terdiri dari otot-otot dan ligamen yang meliputi dinding panggul sebelah dalam dan yang menutupi panggul sebelah bawah. Bagian yang membentuk dasar panggul disebut diafragma pelvis.
Diafragma pelvis terdiri dari:
Pars Muskularis
Pars Membranosa
Regio Perineum
Pars Muskularis
Pars muskularis yaitu muskulus levator ani. Muskulus levator ani terletak agak ke belakang dan merupakan suatu sekat yang ditembus oleh rektum. Muskulus levator ani kiri dan kanan terdiri dari 3 bagian yaitu:
Muskulus pubokogsigis dari os pubis ke septum anokogsigeum
Muskulus illio kogsigeus dari arkus tendineus muskulus levator ani ke os kogsigis dan septum anokogsigeum
Musculus ischio coccygis dari spina ischiadika ke pinggir os sacrum dan os coccygis
Pars Membranosa
Pars membranosa yaitu diafragma urogenital. Antara muskulus pubio kogsigeus kiri kanan terdapat celah berbentuk segitiga yang disebut hiatus urigenitalis yang tertutup oleh sekat yang disebut diafragma urogenitalis. Sekat ini menutupi pintu bawah panggul disebelah depan dan ditembus oleh uretra dan vagina.
Regio Perineum
Regio perineum merupakan bagian permukaan dari pintu bawah panggul. Daerah ini terbagi menjadi 2 bagian, yaitu:
Regio analis disebelah belakang – Pada regio analis terdapat muskulus spinter eksternus yang mengelilingi anus dan liang senggama bagian bawah
Regio urogenitalis – Pada regio urogenitalis terdapat muskulus ischiokavernosus dan muskulus transversus perinei superfisialis
Ligamen-ligamen yang penting adalah ligamen sacro illiaka, ligamen sacro spinosum dan ligamen sacro tuberosum.



Panggul Kecil (Pelvis Minor)
Panggul kecil merupakan tempat alat reproduksi wanita dan membentuk jalan lahir. Panggul kecil mempunyai 4 bidang dengan ukuran yaitu:
Pintu atas panggul
Bidang luas panggul
Bidang sempit panggul
Pintu bawah panggul
Pintu Atas Panggul
Pintu atas panggul merupakan batas dari panggul kecil yang bentuknya bulat oval. Batas dari pintu atas panggul antara lain: promontorium, sayap os sakrum, linea inominata, ramus superior ossis pubis dan pinggir atas simpisis.
Ukuran yang dapat ditentukan oleh pintu atas panggul adalah sebagai berikut:
Ukuran muka belakang (diameter antero posterior, conjugata vera) – Conjugata vera mempunyai ukuran normal 11 cm dan bukan merupakan ukuran terpendek antara promontorium dan simpisis. Ukuran terpendek adalah conjugata obstetrica, dari promontorium dan simpisis. Pada seorang wanita yang memiliki panggul sempit, conjugata vera dapat diperhitungkan dengan mengurangi konjugata diagonalis 1,5-2 cm. Konjugata vera (CV)= CD-1,5 cm.
Ukuran melintang (diameter transversa) – Ukuran normal dari diameter transversa adalah 12,5-13,5 cm. Diameter transversa merupakan ukuran terbesar antara linea inominata diambil tegak lurus pada conjugata vera.
Ukuran serong (obliqua) – Obliqua merupakan ukuran panggul yang diambil garis dari artikulasio sakrailiaka ke tuberkulum pubikum dari belahan yang bertentangan. Ukuran normal 13 cm.
Bidang Luas Panggul
Bidang luas panggul merupakan bidang dengan ukuran terbesar. Bidang ini terbentang antara pertengahan simpisis, pertengahan acetabulum, dan pertemuan antara ruas kedua dan ketiga tulang kelangkang. Ukuran muka 11,75 cm dan ukuran melintang 12,5 cm.
Bidang Sempit Panggul
Bidang sempit panggul merupakan bidang panggul dengan ukuran yang terkecil. Bidang ini terdapat setinggi bawah simpisis, kedua spina iskhiadika. Ukuran muka belakang 11,5 cm, ukuran melintang 12,5 cm, diameter sagitalis posterior adalah dari sakrum ke pertengahan antar spina iskhiadika 5 cm.
Pintu Bawah Panggul
Pintu bawah panggul terdiri dari dua segitiga dengan dasar yang sama. Segitiga depan dasarnya tuber ossis ischiadica dengan dibatasi arcus pubis. Segitiga belakang dasarnya tuber ossis ischiadica dengan dibatasi oleh ligamentum sacrotuberosum kanan dan kiri.
Pintu bawah panggul mempunyai 3 ukuran:
Ukuran muka belakang dari pinggir bawah simpisis ke ujung sakrum, normal 11,5 cm.
Ukuran melintang, antara ujung sakrum ke pertengahan ukuran melintang, normal 10,5 cm.
Diameter sagitalis, dari ujung sakrum ke pertengahan ukuran melintang dengan ukuran normal 7,5 cm.



Tulang – tulang panggul terdiri dari os koksa, os sakrum, dan os koksigis. Os koksa dapat dibagi menjadi os ilium, os iskium, dan os pubis. Tulang – tulang ini satu dengan lainnya berhubungan. Di depan terdapat hubungan antara kedua os pubis kanan dan kiri, disebut simfisis. Dibelakang terdapat artikulasio sakro- iliaka yang menghubungkan os sakrum dengan os ilium.Dibawah terdapat artikulasio sakro-koksigea yang menghubungkan os sakrum (tl panggul)dan os koksigis(tl.tungging).
kerangka-dada
Pada wanita, di luar kehamilan artikulasio ini hanya memungkinkan pergeseran sedikit, tetapi pada kehamilan dan waktu persalinan dapat bergeser lebih jauh dan lebih longgar,misalnya ujung koksigis dapat bergerak kebelakang sampai sejauh lebih kurang 2,5 cm.Hal ini dapat dilakukan bila ujung os koksigis menonjol ke depan pada saat partus, dan pada pengeluaran kepala janin dengan cunam ujung os koksigis itu dapat ditekan ke belakang.
Secara fungsional, panggul terdiri dari dua bagian yaitu pelvis mayor dan pelvis minor. Pelvis mayor adalah bagian pelvis yang terletak diatas linea terminalis, disebut juga dengan false pelvis. Bagian yang terletak dibawah linea terminalis disebut pelvis minor atau true pelvis.
Pada ruang yang dibentuk oleh pelvis mayor terdapat organ –organ abdominal selain itu pelvis mayor merupakan tempat perlekatan otot – otot dan ligamen ke dinding tubuh. Sedangkan pada ruang yang dibentuk oleh pelvis minor terdapat bagian dari kolon, rektum, kandung kemih, dan pada wanita terdapat uterus dan ovarium. Pada ruang pelvis juga kita temui diafragma pelvis yang dibentuk oleh muskulus levator ani dan muskulus koksigeus.
MALE PELVIS
male pelvis
Perbedaan antara pelvis pria dan wanita
  1. wanita pria
    Ruangnya luas , dangkal                                   Ruangnya sempit, dalam
    Inlet pelvis oval, outlet bulat                        Inlet lebih kecil dan outlet
    Tulang lebih ringan dan tipis                          Tulang lebih berat dan tebal
    Sudut pubis lebih besar                                      Sudut pubis lebih akut
    Koksigis lebih fleksibel                                        Koksigis kurang fleksibel
    Tuberum iskium lebih pendek                       Tuberum iskium lebihpanjang
female pelvis
  1. DAFTAR PUSTAKA1.  Baziad, Ali, Djamaloeddin, Erdjan Akbar, Handaya dkk. Anatomi Panggul dan Isinya dan Haid dan Siklusnya. Hanifa Wiknjosastro, Abdul Bari Saifuddin dan Trijatmo Rachimhadhi.Ilmu Kandungan.Jakarta:Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.2007; 6 – 13 dan 113.
  2. Putz,Reinhard dan Reinhard Pabst.Ekstremitas Bawah , Pelvis.Liliana Sugiarto.Sobotta: Atlas Anatomi Manusia edisi 22,  jilid 2. Jakarta:EGC.2006;264.
 

KONSELING LAKTASI



HASIL PENELITIAN PADA SITUASI LOKAL LAKTASI



 










DISUSUN OLEH :
1.      MINDA MELISSA LUBIS
2.      YOLANDA OKTARI
3.      SUCI LESTARI
4.      JAHRA
5.      AZMI WULANDARI
6.      RESTI LISDIANA
7.      RAFIDAH
8.      MEYTA MERIANA HASIBUAN
9.      DELIMA HANDAYANI RAMBE
10.  USWATUN HASANAH
11.  EKA SARI SIREGAR

AKADEMI KEBIDANAN KHOLISATUR RAHMI
BINJAI
TAHUN AJARAN 2014/2015


Kata Pengantar


Alhamdulillah hirobbil alamiin, puji syukur terhadap Allah SWT karena berkat rahmat dan ridho-Nya kami bisa menyelesaikan tugas ini dengan tepat waktu.
Hasil penelitian ini kami lakukan di Desa Sekar Banyuwangi sebagai salah satu wilayah yang bisa mencakup kesempurnaan penelitian kami guna mendapatkan nilai yang memuaskan atas hasil kerja keras kami.
Terimakasih kami ucapkan terhadap pihak – pihak yang membantu dalam pembuatan tugas ini beserta para anggota kelompok yang sudah menyempatkan waktunya untuk mendiskusikan hasil penelitian ini.
Harapan yang sangat besar kami harapkan untuk Dosen Pembimbing kami, semoga hasil kerja keras kami dalam penelitian ini bisa memenuhi keinginan beliau.
Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi para pembaca khususnya kami selaku pelaksana
penelitiani ni.
Terimakasih



Binjai, 24 September 2014


HASIL PENELITIAN

Kami mengadakan sebuah observasi penelitian di Posyandu Melati, lebih tepatnya di Desa Sekar Banyuwangi. Kami memberikan beberapa pertanyaan pada 10 orang ibu yang  berada di posyandu.
Penjabaran penelitian kami kami ulaskan seperti yang tertera seperti dibawah ini :

1.      Berapa bayi yang menyusui setelah melahirkan?

Dari 10 ibu yang kami berikan pertanyaan tersebut, maka penjabaran diskusi kami seperti di tabel 1.1

Nama klien
Usia
Pendapat
Ibu Lita
21 tahun
setelah melahirkan saya langsung dapat menyusui bayi saya karena semasa hamil saya minum susu yang berguna untuk produksi ASI

Ibu Rini
30 tahun
Saya hamil anak kedua saya dan saya tidak mempunyai masalah dengan asi saya,saya langsung dapat menyusui setelah melahirkan

Ibu Rafika
22 tahun
gini bu,waktu setelah melahirkan ya saya tidak dapat langsung menyusui bayi saya karna putting susu saya terbenam, lalu ibu  bidan menyarankan saya untuk  menggunakan pompa ASI

Ibu Resti
19 tahun
setelah melahirkan saya  tidak dapat langsung menyusui bayi saya karna ASI yang belum keluar . ASI saya baru keluar setelah pasca melahirkan, namun saat itu bidan ttp menyarankan agar bayi saya tetap mengisap putting saya untuk merangsang produksi ASI yang saya miliki.

Ibu Olla
25 tahun
setelah melahirkan ya mbak…..alhamdulilah si saya langsung dapat menyusui bayi saya,bahkan pada saat itu bidan melakukan IMD  pada saya.karena saya pernah baca di internet kalau IMD dpt memperkuat ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi,jadi  dan sebelumnya saya sudah mengajukan IMD sebelum persalinan.



Ibu Susi
25 tahun
waktu melahirkan  anak pertama saya, saya langsung dapat menyusui bayi saya dan produksi ASI yang saya miliki cukup banyak

Ibu Rere
27 tahun
Saya sudah bisa menyusui bayi saya setelah persalinan, sebelumnya saya juga  minum jamu karna kata mertua saya jamu dapat membuat produksi ASI saya tetap tercukupi buat anak saya,,jamu nya khusus lho mbak…

Ibu Wati
28 tahun
Pada anak kedua, saya melakukan operasi. Mungkin karena operasi produksi ASI saya juga terkesan lama berproduksi. Seminggu setelahnya saya baru bisa menyusui bayi saya.

Ibu Rummi
26 tahun
Seingat saya setelah bayi lahir, bayinya langsung diletakkan di dada saya. Saya  melihat pergerakan bayi yang mulai mencari putting susu. Di momen itulah ASI saya mulai berproduksi saat bayi saya mulai menyusu.

Ibu Mirna
27 tahun
Kalau saya …karna produksi asi saya  banyak ya saat melahirkan bayi saya langsung bisa menyusui. Sehingga anak saya mendapatkan ASI Eksklusif.


Dari pendapat-pendapat para klien yang tertera di tabel 1.1 dapat disimpulkan bahwa dari 10 ibu “Sebagian Besar” bisa menyusui bayi mereka.


2.      Berapa banyak bayi yang menyusui dalam waktu 1 jam terakhir?

Dan dibagian ini kami mulai menanyakan para klien apakah para ibu langsung menyusui bayinya 1 jam setelah kelahiran. Perhatikan tabel 2.1 dibawah ini :



Nama Klien
Usia
Dari pendapat–pendapat para klien yang tertera di tabel 2.1 maka dari 10 ibu “Sebagian Besar” menyusui bayinya dalam 1 jam terakhir.
 
Pendapat
Ibu Lita
21 thn
Ya
Ibu Rini
30 thn
Ya
Ibu Olla
25 thn
Ya
Ibu Susi
25 thn
Ya
Ibu Rere
27 thn
Ya
Ibu Wati
28 thn
Ya
Ibu Mirna
27 thn
Ya




3.      Berapa banyak bayi yang mendapatkan makanan dan minuman lain selain ASI sebelum mulai berhenti menyusu?

Perhatikan tabel 3.1

Nama Klien
Usia
Pendapat
Ibu Resti
19 thn
Bayi saya menyusu dengan tambahan susu formula dikarenakan putting susu saya yang terlihat seperti terbenam.

Ibu Wati
27 thn
Bayi saya lahir dengan kondisi premature dan saya menjalani persalinan dengan operasi, sebelumnya produksi ASI saya juga sangat minim. Akhirnya bayi saya menyusu dengan susu formula.

Ibu Lita
21 thn
Saya memberikan susu formula kepada bayi saya dikarenakan saya berprofesi karyawati perusahaan swasta yang tidak memungkinkan saya selalu bersama dengan bayi saya

Dalam pernyataan yang tertera pada tabel di atas, maka “Sedikit” ibu yang memberikan asupan makanan dan minuman lain selain ASI terhadap bayinya.


4.      Berapa bayi yang menyusu eksklusif selama 6 bulan?
Jika kita lihat kembali pada tabel 1.1 dinyatakan bahwa ;

Nama Klien

Usia
Pendapat
Ibu Olla
25 thn
setelah melahirkan ya mbak…..alhamdulilah si saya langsung dapat menyusui bayi saya,bahkan pada saat itu bidan melakukan IMD  pada saya.karena saya pernah baca di internet kalau IMD dpt memperkuat ikatan kasih sayang antara ibu dan bayi,jadi  dan sebelumnya saya sudah mengajukan IMD sebelum persalinan.

Ibu Susi
25 thn
waktu melahirkan  anak pertama saya, saya langsung dapat menyusui bayi saya dan produksi ASI yang saya miliki cukup banyak


dari rangkuman tabel 1.1 dapat diketahui bahwa dari 10 ibu “sedikit” yang memberikan ASI Eksklusif pada bayinya.

5.      Berapa banyak bayi yang mendapatkan asupan makanan atau minuman lain pada;
a. 1 bulan
b. 2 bulan
c. 3 bulan
                perhatikan tabel 5.1 dibawah ini :
Umur
Nama Klien
Keterangan
1 bulan
a.       Ibu Resti
b.      Ibu Wati
Bayi dari kedua klien diberikan susu formula
2 bulan
 _____________


3 bulan
        Ibu Lita
Bayi klien diberikan asupan pendamping lain dengan alas an klien adalah seorang karyawati


maka dapat kita simpulkan bahwa 10 dari ibu “Sedikit” yang memberikan asupan makanan atau minuman lain pada bayi mereka.
Pertanyaan tambahan    : apa dampak yang terjadi pada bayi klien dengan pemberian
     asupan makanan/minuman selain ASI?
Jawaban para klien          :  berat badan bayi yang tidak terkontrol, terkadang terjadi diare
    dan perkembangannya terlihat monoton

Dari hasil data dalam pertanyaan ini, kami memberikan informasi bahwa memberikan asupan makanan dam minuman bagi bayi dibawah 3 bulan memiliki dampak yang kurang baik seperti yang dialami oleh para klien. Dengan penambahan bahwa ASI eksklusif lebih berguna bagi perkembangan bayi.


6.       Berapa banyak bayi dan anak yang masih menyusu lebih dari ;
a.       6 bulan
b.      12 bulan
c.       24 bulan
Dari hasil penelitian dari beberapa pertanyaan sebelumnya maka perinciannya dapat dilihat pada tabel 6.1
Usia bayi/anak
Keterangan

6 bulan
Sedikit
12 bulan
Sedikit
24 bulan
Sebagian besar

Dari perincian yang tertera pada tabel kami memberikan pertanyaan lanjutan.
Pertanyaan lanjutan       :   apa dampak yang terjadi pada bayi klien yang terus menyusui
    lebih dari 24 bulan?
Jawaban dari para klien :  klien menyatakan bahwa mereka  kesulitan untuk menghentikan
    kebiasaan anak yang terus ingin menyusui. Kesulitan lainnya
    membuat para orang tua terlalu khawatir akan kondisi psikologis
    anak
Dari pernyataan tersebut kami memberikan informasi bahwa:
Pemberian ASI lebih dari 6 bulan akan memberikan kesan ketergantungan bagi si bayi, sehingga jika usia bayi sudah mulai lebih dari 6 bulan perkenalkanlah dengan makanan/minuman pendamping ASI. Selain itu pengajaran ini akan memberikan kesan bahwa si bayi akan mulai belajar dengan melatih saraf motoriknya( mengunyah memegang, dll). Kondisi ini akan menyebabkan anak  lebih mandiri dan tidak terlalu tergantung terhadap orang tua nya.



KESIMPULAN HASIL PENELITIAN

Dari semua penelitian yang kami lakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan
terhadap 10 orang Ibu/klien yang berada di Posyandu Melati, Desa Sekar Banyuwangi maka kami memberikan referensi seperti beberapa penjabaran dihalaman sebelumnya.
Kami memuat semua pendapat para klien berdasarkan hasil jawaban dari ajuan – ajuan pertanyaan yang kami lontarkan sebagai dasar penelitian. Dengan ini kami menyatakan bahwa di Desa Sekar Banyuwangi masih kurangnya pengetahuan ibu tentang asuhan laktasi yang benar dan pemberian ASI Ekslusif.
Kami juga memberikan beberapa informasi yang diperkukan para ibu seputar dengan masalah yang mereka hadapi dalam asuhan laktasi.
Maka dari itu, hasil penelitian ini kami laksanakan dengan sebaik-baiknya agar bisa melengkapi perencanaan para tenaga kesehatan dalam perluasan konseling laktasi khususnya di daerah – daerah yang terpencil.